Aku ingin mencintaimu sebagaimana Marx menulis Das Kapital

 

Aku ingin mencintaimu

sebagaimana Marx mencintai Das Kapital


bukan sebagai ledakan perasaan

yang habis terbakar dalam satu musim,

melainkan sebagai kerja panjang

yang menguras usia,

mengorbankan tidur,

dan mempertaruhkan seluruh keyakinan.


Aku tidak menginginkan cinta

yang lahir dari estetika bunga-bunga,

atau puisi murahan

yang mati di ujung lidah.


Aku menginginkan cinta

yang mampu membedah dunia,

menelanjangi ilusi,

dan menggugat segala yang dianggap abadi.


Sebab bagiku,

mencintai bukanlah berlutut di hadapan pesona,

melainkan keberanian

untuk memahami kontradiksi satu sama lain

tanpa kehilangan hasrat untuk tetap tinggal.


Aku ingin mencintaimu

secara dialektis:


merawat pertentangan,

mengolah luka menjadi kesadaran,

dan menjadikan setiap perbedaan

sebagai mesin yang menggerakkan kedekatan.


Bukan cinta yang sentimental,

yang tenggelam dalam romantisme kosong.


Melainkan cinta yang radikal

yang terus berpikir,

terus bertanya,

terus membangun dirinya sendiri,


hingga kita menjadi

dua gagasan yang saling mengkritik,

namun tak pernah berhenti

memperjuangkan keberadaan satu sama lain.

Komentar

Postingan Populer