Aku ingin menjinakan cemasmu dengan hangatku, bila Kau punya dua, biar kuambil satu

 Aku ingin menjenakan cemasmu dengan hangatku, bila kau punya dua biar kuambil satu. Berikan padaku, akan kusimpan di dalam saku, agar resah tak terlalu gaduh memelukmu.

Bila pundakmu lelah menjadi rumah bagi luka, rebahlah pada dekapku, Meski kau tak seketika sembuh, setidaknya kau tak sendiri menanggung runtuh.

Gelisah sedang pandai-pandainya membesarkan suara di kepalamu, Tenanglah, ada doa yang kupanjatkan agar tidurmu tak lagi berjalan pincang menyusuri detik-detik panjang.

Bila esok dunia lagi-lagi menghadiahkan nestapa, ada aku yang ingin menjadi rumah bagi separuh takutmu. Datanglah kemari, tak usah membawa senyum yang dipaksa-paksa itu. Duduklah di dekatku, dekat sekali, sampai resahmu bisa kudengar meski tak kau ucapkan.

Aku tau rasanya berjalan sambil memanggul cemas di pundakmu. Mungkin dsri luar tampak biasa, namun kutau ribuan langkah panik sedang belari tanpa arah di dalam dirimu. Karena itu, bila kau punya dua biar kuambil satu.

Kusembunyikan takut-takutmu ke dalam hangat yang kupunya, Aku tak berjanji akan menyembuhkan seluruh lukamu, Kau tentu tau aku bukan obat bagi segala patah. Namun jika dunia terlalu bising untukmu, aku bisa menjadi teduh yang tak menuntutmu terlihat kuat.

Sini, biar kupelajari takutmu pelan-pelan, hingga kelak kau tau tak semua luka harus kau peluk sendirian.

Aku harap kamu sembuh dari hal-hal yang gak pernah kamu ceritain, aku harap kamu sembuh dari maaf yang gak pernah kamu dapetin, aku harap hal baik terjadi sama kamu dan pas itu terjadi aku harap kamu percaya kamu pantes dapetin semua itu,






Komentar

Postingan Populer