Cara Mereka Mencintai

 

Beberapa orang

tidak pandai merayu.

Tidak mahir memilih kata-kata manis

untuk membuat seseorang bertahan.

Mereka juga tidak terbiasa bermanja.

Tidak tahu bagaimana meminta dipeluk,

atau mengeluh agar diperhatikan.

Sebab mereka tumbuh

di tempat yang jarang mengajarkan kehangatan.

Di rumah yang lebih sering diam

daripada berkata sayang.

Di hari-hari yang mengajarkan mereka

untuk kuat,

bahkan ketika mereka hanya ingin dipahami.

Maka ketika dewasa,

mereka mencintai dengan cara yang aneh.

Kaku.

Canggung.

Sering kali terlihat seperti tidak peduli.

Padahal diam-diam,

mereka sedang memberikan seluruh dirinya.

Mereka mungkin lupa mengucapkan

“aku merindukanmu.”

Namun mereka mengingat

hal-hal kecil tentangmu.

Mereka mungkin tak pandai

menggenggam tanganmu di depan banyak orang.

Namun diam-diam memastikan

kau pulang dengan selamat.

Mereka tidak pandai membuatmu mabuk

oleh kata-kata.

Karena cinta yang mereka kenal

tak pernah diajarkan lewat ucapan.

Melainkan lewat bertahan.

Lewat hadir.

Lewat tinggal.

Dan betapa menyedihkannya,

sering kali orang-orang seperti ini

dianggap tidak cukup mencintai,

hanya karena mereka tak tahu

cara menunjukkannya.

Padahal sejak awal,

mereka hanya sedang berusaha

memberikan sesuatu

yang tak pernah benar-benar mereka miliki.

Mereka mencintai

dengan tangan yang gemetar.

Dengan hati yang canggung.

Dengan cara yang kaku.

Lalu berharap,

dengan seluruh ketidaksempurnaannya itu,

cinta mereka tetap cukup.

Komentar

Postingan Populer