Feminisme


Feminisme bukanlah singgasana.


Ia tidak lahir

untuk menobatkan seseorang menjadi ratu

di atas kepala yang lain.


Ia juga bukan permohonan

agar dunia memberikan perlakuan istimewa

atas nama jenis kelamin.


Feminisme lahir

dari keinginan yang jauh lebih sederhana,

namun lebih radikal:


agar setiap manusia

memiliki hak yang sama

untuk menentukan arah hidupnya sendiri.


Tentang akses yang setara,

tentang suara yang didengar,

tentang tubuh yang tidak diwarisi

oleh kehendak orang lain.


Sebab kebebasan

tidak pernah berarti

mengganti satu takhta

dengan takhta yang lain.


Tidak ada emansipasi

dalam hasrat untuk disembah.


Tidak ada pembebasan

dalam keinginan untuk ditempatkan

lebih tinggi dari sesama manusia.


Karena ketika seseorang

masih mendambakan mahkota,

masih mengukur nilai dirinya

dari seberapa besar ia diperlakukan sebagai “ratu”,


barangkali yang berubah

hanya posisi di dalam struktur,


bukan strukturnya itu sendiri.


Dan feminisme,

setidaknya dalam cita-citanya yang paling jernih,


bukanlah perjuangan

untuk menjadi lebih tinggi.


Melainkan perjuangan

agar tak seorang pun

dipaksa hidup lebih rendah.

Komentar

Postingan Populer