Jika Berpikir Adalah Dosa

 

Jika berpikir adalah dosa,

biarkan aku menjadi pendosa.


Sebab aku tak dilahirkan

untuk menelan segala sesuatu

tanpa bertanya.


Aku ingin tahu

mengapa meja-meja kekuasaan

selalu penuh,


sementara banyak piring di luar sana

tetap kosong.


Aku ingin tahu

mengapa keadilan begitu lantang

di dalam pidato,


namun begitu sunyi

di dalam kenyataan.


Dan jika pertanyaan-pertanyaan itu

dianggap berbahaya,


maka barangkali yang bermasalah

bukanlah pertanyaannya.


Melainkan mereka

yang takut mendengarnya.


Jika membela keadilan

dianggap kejahatan,


maka biarkan aku menjadi penjahat

di mata rezim ini.


Karena aku lebih takut

pada diam yang berkepanjangan


daripada pada cap yang mereka berikan.


Lebih takut

menjadi bagian dari kepatuhan


daripada menjadi bagian

dari perlawanan nurani.


Sebab sejarah tak pernah berubah

oleh mereka yang tunduk.


Ia bergerak

karena ada orang-orang

yang berani berkata,


“ada yang salah.”


Dan ketika kebohongan

dijadikan tata tertib,


ketika ketakutan

dijadikan alat pemerintahan,


ketika rakyat diminta bersyukur

atas luka yang mereka terima,


maka diam bukan lagi kebijaksanaan.


Diam adalah kemewahan

yang tak mampu dibayar

oleh hati yang masih memiliki nurani.


Jadi jika berpikir adalah dosa,


biarkan aku menjadi pendosa.


Jika mempertanyakan ketidakadilan

adalah kejahatan,


biarkan aku menjadi penjahat.


Sebab aku lebih memilih

dihukum karena bersuara,


daripada dipuji

karena ikut membungkam kebenaran.

Komentar

Postingan Populer