Kereta Ekonomi
DI dalam kereta ekonomi,
kita bertukar kursi tanpa banyak kata.
Kau ingin duduk di dekat jendela,
menyaksikan sawah yang berlari mundur,
langit yang berpindah warna,
dan kota-kota kecil yang singgah sebentar.
Sedangkan aku,
tak pernah benar-benar tertarik
pada pemandangan di luar sana.
Sebab sejak awal perjalanan,
arah pandangku hanya satu:
ke arah dirimu.
Kau menatap dunia yang melintas,
aku menatap seseorang
yang membuat dunia terasa melambat.
Maka kursi itu kita tukar.
Kau mendapatkan jendela yang kau inginkan,
dan aku mendapatkan sudut pandang
yang lebih dekat dengan kebahagiaanku.
Kereta terus melaju,
stasiun demi stasiun datang dan pergi.
Namun ada satu hal yang tak berubah:
Kau sibuk menikmati pemandangan di luar,
sementara aku diam-diam menikmati
pemandangan paling indah
yang duduk tepat di hadapanku.
Komentar
Posting Komentar