Kita


Kita berbeda.

Bahkan dalam menilai

kata “kita”.


Bagiku,


ia adalah rumah

yang dibangun oleh dua orang

yang memilih tinggal.


Sebuah janji yang tak perlu diucapkan,

namun hidup

dalam setiap usaha untuk bertahan.


Bagimu,


mungkin ia hanya sebuah kata.


Singgahan sementara

di antara aku dan kamu.


Sesuatu yang bisa diucapkan hari ini,

lalu dilupakan esok hari.


Aku menyebutnya masa depan.

Kau menyebutnya kemungkinan.

Aku menjadikannya tujuan.

Kau menjadikannya pilihan.


Dan di situlah

barangkali semuanya bermula.

Bukan karena kita tak saling mencintai.

Bukan karena kita tak saling menginginkan.


Melainkan karena kita berbeda

bahkan dalam menafsirkan

hal yang paling sederhana.


Yaitu kata “kita”.


Aku melihat dua orang

yang berjalan berdampingan

menuju arah yang sama.


Sedangkan kau,


entah melihat apa.


Mungkin dua orang asing

yang kebetulan berjalan beriringan

untuk beberapa waktu.


Mungkin dua nama

yang dipertemukan nasib,

tanpa kewajiban untuk menetap.


Dan betapa menyedihkannya,


ketika aku sedang membangun sebuah rumah,

aku baru sadar

kau hanya berteduh.

Komentar

Postingan Populer