Selamat Berkelana


Bagiku cinta selalu terdengar seram.


Sebab aku adalah api

yang tak pernah benar-benar belajar padam.


Menjalar dari satu kehilangan

ke kehilangan yang lain.


Aku adalah air yang meluap

dari bendungannya sendiri.


Luka yang terlalu lama dibiarkan terbuka,

hingga mahir menular

kepada siapa saja yang mencoba tinggal.


Dan barangkali,

aku adalah racun yang telah terbiasa

hidup di dalam tubuhnya sendiri.


Maka jangan mencari teduh di mataku.

Di sana tak ada hutan yang tenang.

Tak ada langit yang ramah.


Yang ada hanya dua gunung api

yang tak selesai meletus,

menyimpan bara

di balik diam yang tampak jinak.


Karena itu,


tak pantas jernihmu

memeluk segala yang suram dariku.


Tak pantas cahaya sepertimu

menghabiskan umur

untuk menerangi reruntuhan.


Denganku,


kau hanya akan belajar

bagaimana api menghabiskan dirinya sendiri.


Dan cepat atau lambat,


kau akan ikut menyusul padam.


Maka biarlah aku mencintaimu

dengan cara yang paling menyakitkan:


tidak memilikimu.


Cukup bagiku

memperhatikan punggungmu yang kian menjauh.


Melihatmu berjalan menuju hidup

yang tak lagi memerlukan namaku.


Memastikan kau baik-baik saja.


Memastikan kau tertawa

lebih sering daripada menangis.


Memastikan dunia memperlakukanmu

lebih lembut daripada yang pernah kulakukan.


Sebab ada cinta

yang ingin menggenggam.


Dan ada cinta

yang memilih melepaskan dirinya sendiri

agar yang dicintainya tetap utuh.


Maka pergilah.


Berjalanlah sejauh yang kau mau.


Temukan seseorang

yang mampu menjadi rumah,

bukan kebakaran.


Seseorang yang bisa merawat luka-lukamu

tanpa menambah luka baru.


Seseorang yang mampu membuatmu merasa lengkap

tanpa harus kehilangan dirimu sendiri.


Bukan aku.


Karena jika yang kau cari adalah keutuhan,


aku hanyalah puing-puing

yang pandai berpura-pura menjadi bangunan.


Selamat berkelana, sesayangku.


Semoga di ujung perjalananmu

kau menemukan jiwa

yang mampu membuatmu utuh.


Dan semoga,

untuk sekali ini saja,


aku bukan alasan

mengapa kau harus hancur.


Enggak ada cara mencintai paling indah selain membiarkan dirimu tumbuh dengan baik, mengejar mimpimu dan menjadi seperti apa yang kamu impikan

Komentar

Postingan Populer