Teguk Aku
Bilamana duniamu
tak lagi ingin kau hidupi,
dan pagi terasa terlalu berat
untuk disambut,
datanglah.
Biarkan aku menjelma
anggur haram dari murkanya malam.
Hitam.
Pekat.
Memabukkan.
Teguk aku rakus-rakus.
Hingga segala sedih yang kau simpan
kehilangan namanya.
Hingga suara-suara yang selama ini
menghukum kepalamu
larut bersama gelap.
Dan jika setelah itu
kau masih ingin marah,
maka marahlah.
Maki langit yang tak pernah menjawab.
Maki waktu yang terlalu kejam.
Maki nasib yang gemar
membagikan luka tanpa alasan.
Maki semuanya.
Dengan bibir yang masih berlumur aku.
Biarkan malam menjadi saksi
betapa letihnya kau bertahan.
Betapa seringnya kau berpura-pura kuat
di hadapan dunia
yang tak pernah benar-benar peduli.
Malam ini,
tak perlu menjadi tabah.
Tak perlu menjadi baik-baik saja.
Cukup duduk di sampingku.
Biarkan aku menjadi gelas terakhir
yang kau habiskan
sebelum kesedihan itu tertidur.
Dan ketika fajar datang
mengusir sisa gelap dari matamu,
biarkan aku menguap bersama malam.
Sebab aku tak ingin menjadi alasan
kau melupakan luka.
Aku hanya ingin menjadi tempat singgah
bagi seseorang
yang terlalu lama
menanggungnya sendirian.
Komentar
Posting Komentar