Toko Buku

Sejak mengenalmu,


toko buku favoritku

bukan lagi bangunan tua

dengan rak-rak kayu yang penuh debu.


Bukan pula deretan novel

yang kusentuh satu per satu

pada sore yang lengang.


Sejak mengenalmu,


toko buku favoritku

adalah isi kepalamu.


Di sana aku menemukan

lebih banyak dunia

daripada yang mampu ditawarkan peta.


Lebih banyak kisah

daripada yang mampu ditampung perpustakaan.


Aku betah berlama-lama

di antara kalimat-kalimatmu.


Membuka satu gagasan,

lalu tersesat pada gagasan lainnya.


Membaca caramu memandang dunia

seperti membaca buku yang tak pernah selesai kutamatkan.


Dan setiap kali kau berbicara,


aku merasa seperti pengunjung terakhir

yang enggan pulang

karena masih ada satu rak lagi

yang ingin dijelajahi.


Sungguh,


ada orang yang membuat kita jatuh cinta

pada wajahnya.


Ada yang membuat kita jatuh cinta

pada suaranya.


Namun kau


kau membuatku jatuh cinta

pada cara berpikirmu.


Pada halaman-halaman tak kasat mata

yang hanya bisa dibaca

oleh mereka yang mau tinggal lebih lama.


Maka jika suatu hari

seseorang bertanya

apa toko buku favoritku,


aku mungkin akan tersenyum kecil

dan menyebut namamu.


Sebab sejak mengenalmu,


tempat paling menarik untuk membaca

bukan lagi sebuah toko buku.


Melainkan isi kepalamu.




Komentar

Postingan Populer